Berita

ISO 10012:2026 Resmi Terbit: Standar Baru untuk Sistem Manajemen Pengukuran

calendar_today 12 August 2026 visibility 121 dilihat
ISO 10012:2026 Resmi Terbit: Standar Baru untuk Sistem Manajemen Pengukuran

Hasil pengukuran menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas organisasi. Mulai dari proses produksi, pemeriksaan kualitas, pengujian, pemantauan, hingga pelayanan, berbagai keputusan perusahaan sering kali bergantung pada data hasil pengukuran.

Lalu, bagaimana organisasi dapat memastikan bahwa hasil pengukuran tersebut valid, andal, dan sesuai dengan tujuan penggunaannya?

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, International Organization for Standardization (ISO) telah menerbitkan ISO 10012:2026 – Quality management — Requirements for measurement management systems.

ISO 10012:2026 resmi diterbitkan pada 12 Februari 2026 sebagai edisi kedua dan menggantikan ISO 10012:2003. Standar ini memberikan persyaratan untuk sistem manajemen pengukuran yang bertujuan meningkatkan keyakinan terhadap validitas dan keandalan hasil pengukuran.

Apa Itu ISO 10012:2026?

ISO 10012:2026 merupakan standar yang memberikan persyaratan untuk sistem manajemen pengukuran atau measurement management system.

Standar ini membantu organisasi dalam membangun pendekatan yang sistematis untuk mengelola proses pengukuran, peralatan pengukuran, serta aktivitas yang berkaitan dengan pengukuran.

Tujuannya adalah memastikan bahwa hasil pengukuran dapat dipercaya dan sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Dengan demikian, ISO 10012:2026 tidak hanya berfokus pada alat ukur. Sistem manajemen pengukuran mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari peralatan, proses, metode, personel, pengendalian, hingga peningkatan proses pengukuran.

ISO 10012:2026 Menggantikan ISO 10012:2003

ISO 10012:2026 merupakan edisi kedua dari standar sistem manajemen pengukuran.

Dengan diterbitkannya edisi terbaru ini, ISO 10012:2003 telah digantikan oleh ISO 10012:2026.

Salah satu perkembangan penting dalam revisi ini adalah penyusunan struktur standar yang diselaraskan dengan harmonized structure yang digunakan dalam berbagai standar sistem manajemen ISO.

Perubahan tersebut membantu membuat ISO 10012 lebih sesuai dengan pendekatan sistem manajemen modern dan kebutuhan organisasi saat ini.

Mengapa Sistem Manajemen Pengukuran Penting?

Dalam banyak organisasi, hasil pengukuran digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan.

Pada industri manufaktur misalnya, pengukuran dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu produk memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan.

Parameter yang diukur dapat berupa:

  • Dimensi
  • Berat
  • Temperatur
  • Tekanan
  • Ketebalan
  • Kelembapan
  • Dan berbagai parameter lainnya

Jika hasil pengukuran tidak akurat atau tidak dapat dipercaya, keputusan yang diambil berdasarkan data tersebut juga dapat menjadi tidak tepat.

Produk yang sebenarnya tidak memenuhi spesifikasi dapat dianggap sesuai. Sebaliknya, produk yang sebenarnya memenuhi persyaratan dapat dinyatakan tidak sesuai.

Karena itu, pengelolaan pengukuran menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan memastikan keputusan organisasi didasarkan pada data yang dapat dipercaya.

ISO 10012:2026 Bukan Sekadar Tentang Kalibrasi

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa ISO 10012:2026 bukan sekadar standar mengenai kalibrasi alat ukur.

Kalibrasi memang merupakan salah satu aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan pengukuran. Namun, sistem manajemen pengukuran memiliki cakupan yang lebih luas.

Organisasi perlu memastikan bahwa keseluruhan proses pengukuran dapat menghasilkan informasi yang valid dan dapat dipercaya.

Misalnya, perusahaan perlu mempertimbangkan:

  • Apakah alat ukur sesuai dengan tujuan penggunaannya?
  • Apakah metode pengukuran sudah tepat?
  • Apakah alat digunakan dalam kondisi yang sesuai?
  • Apakah personel memiliki kompetensi yang diperlukan?
  • Bagaimana status alat dikendalikan?
  • Bagaimana hasil pengukuran dicatat dan ditelusuri?
  • Apa yang dilakukan ketika ditemukan masalah pada alat ukur?
  • Bagaimana dampak kesalahan pengukuran dievaluasi?

Dengan pendekatan tersebut, pengukuran tidak hanya menjadi aktivitas administratif, tetapi menjadi bagian dari sistem yang mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian kualitas.

Hubungan ISO 10012:2026 dengan ISO 9001

ISO 10012:2026 memiliki hubungan yang erat dengan sistem manajemen mutu ISO 9001.

Dalam penerapan ISO 9001, organisasi menggunakan hasil pemantauan dan pengukuran untuk menentukan kesesuaian produk, proses, maupun layanan.

Karena itu, keandalan hasil pengukuran menjadi salah satu aspek penting dalam sistem manajemen mutu.

ISO 10012:2026 dapat menjadi referensi bagi organisasi yang ingin memperkuat pengelolaan pengukurannya dan meningkatkan kepercayaan terhadap data yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

ISO 10012:2026 vs ISO/IEC 17025

ISO 10012:2026 dan ISO/IEC 17025 memiliki fokus yang berbeda.

ISO 10012:2026 berfokus pada sistem manajemen pengukuran dalam organisasi.

Sementara ISO/IEC 17025 berfokus pada persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Secara sederhana:

  • ISO 10012:2026 — Sistem manajemen pengukuran
  • ISO/IEC 17025 — Kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi
  • ISO 9001 — Sistem manajemen mutu

Ketiga standar tersebut dapat saling berhubungan dalam pengelolaan kualitas dan pengukuran, tetapi memiliki tujuan dan ruang lingkup yang berbeda.

Siapa yang Membutuhkan ISO 10012:2026?

ISO 10012:2026 dapat relevan bagi organisasi yang sangat bergantung pada hasil pengukuran dalam proses bisnisnya.

Contohnya:

  • Industri manufaktur
  • Industri makanan
  • Industri farmasi
  • Industri alat kesehatan
  • Laboratorium
  • Rumah sakit
  • Perusahaan engineering
  • Industri otomotif
  • Industri energi
  • Perusahaan yang memiliki banyak peralatan pengukuran

Namun, tidak berarti semua organisasi wajib menerapkan ISO 10012:2026.

Kebutuhan penerapan bergantung pada karakteristik proses bisnis, persyaratan pelanggan, regulasi, risiko proses, serta kebutuhan organisasi.

Apa Manfaat ISO 10012:2026?

Penerapan sistem manajemen pengukuran dapat membantu organisasi meningkatkan kepercayaan terhadap hasil pengukuran.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  1. Meningkatkan keandalan data pengukuran.
  2. Mengurangi risiko kesalahan pengukuran.
  3. Mendukung pengendalian kualitas produk.
  4. Meningkatkan konsistensi proses pengukuran.
  5. Memperkuat sistem manajemen mutu.
  6. Membantu pengambilan keputusan berdasarkan data yang lebih dapat dipercaya.
  7. Meningkatkan keterlacakan pengelolaan peralatan pengukuran.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?

Bagi organisasi yang ingin meningkatkan pengelolaan pengukurannya, beberapa langkah awal dapat dilakukan.

1. Inventarisasi Peralatan Pengukuran

Identifikasi seluruh alat dan perangkat yang digunakan untuk menghasilkan data pengukuran penting.

2. Identifikasi Proses Pengukuran

Tentukan di mana pengukuran dilakukan dan untuk keputusan apa hasil tersebut digunakan.

3. Evaluasi Risiko

Identifikasi kemungkinan kesalahan pengukuran dan dampaknya terhadap produk, proses, pelanggan, atau kepatuhan.

4. Review Kalibrasi dan Verifikasi

Pastikan status kalibrasi atau verifikasi peralatan yang membutuhkan pengendalian dapat ditelusuri.

5. Evaluasi Kompetensi Personel

Pastikan personel yang melakukan pengukuran memiliki kompetensi yang sesuai.

6. Bangun Sistem Dokumentasi

Dokumentasikan informasi penting mengenai peralatan, proses, hasil pengukuran, status, dan tindakan yang dilakukan ketika terjadi ketidaksesuaian.

ISO 10012:2026 dan Digitalisasi Pengukuran

Perkembangan teknologi membuat pengelolaan pengukuran semakin erat dengan sistem digital.

Perusahaan saat ini dapat menggunakan software untuk mengelola:

  • Database alat ukur
  • Jadwal kalibrasi
  • Reminder
  • Histori kalibrasi
  • Status alat
  • Lokasi alat
  • Sertifikat kalibrasi
  • Hasil verifikasi
  • Laporan pengukuran

Digitalisasi dapat membantu organisasi meningkatkan keterlacakan dan mengurangi risiko kesalahan administratif.

Namun, digitalisasi bukan berarti otomatis membuat sistem pengukuran menjadi valid. Organisasi tetap perlu memastikan bahwa metode, alat, proses, dan kompetensi yang digunakan sesuai dengan tujuan pengukuran.

Kesimpulan

ISO 10012:2026 resmi diterbitkan pada Februari 2026 sebagai edisi kedua dan menggantikan ISO 10012:2003.

Standar ini memberikan persyaratan untuk sistem manajemen pengukuran yang bertujuan meningkatkan keyakinan terhadap validitas dan keandalan hasil pengukuran.

ISO 10012:2026 dapat menjadi referensi penting bagi organisasi yang menggunakan hasil pengukuran dalam proses produksi, pengujian, pemantauan, pengembangan produk, maupun pelayanan.

Standar ini juga memiliki hubungan yang kuat dengan pengelolaan mutu karena hasil pengukuran sering menjadi dasar untuk menentukan kesesuaian produk dan proses.

Yang perlu dipahami, ISO 10012:2026 bukan sekadar standar mengenai kalibrasi alat ukur. Pendekatannya lebih luas, yaitu membangun sistem yang memastikan proses pengukuran dikelola secara sistematis sehingga hasilnya dapat dipercaya.

Bagi perusahaan yang sangat bergantung pada pengukuran, penerapan prinsip-prinsip ISO 10012:2026 dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem manajemen mutu dan meningkatkan keandalan pengambilan keputusan.

NSM terus mengikuti perkembangan standar ISO dan membantu organisasi memahami serta mengembangkan sistem manajemen yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bisnisnya.

Bagikan Artikel Ini

share Facebook share Twitter share LinkedIn chat WhatsApp
arrow_back Kembali ke Semua Artikel

Butuh Konsultasi Sertifikasi ISO?

Tim ahli NSM siap membantu Anda dari konsultasi awal hingga sertifikasi selesai.

chat Konsultasi Gratis Sekarang